Jumlah pengguna Blackberry di seluruh dunia kini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Apakah masih relevan bagi pemilik usaha kecil dan rumahan untuk tetap memilikinya?
Turunnya angka penjualan yang dialami Research in Motion (RIM) sebagai produsen handphone Blackberry merupakan dampak langsung dari banyaknya konsumen yang berpindah ke handset berbasis Android ataupun iOS (iPhone).
Pertanyaannya kemudian bagi pemilik usaha kecil dan rumahan adalah, apakah masih relevan untuk memiliki handphone Blackberry? Akankah menguntungkan?
Menurut saya jawabannya, iya.
Meskipun penjualan secara global menurun, namun ini bukan berarti kita harus cepat-cepat meninggalkan Blackberry. Karena pada kenyataannya, jumlah pengguna Blackberry, setidaknya di Indonesia, masih cukup besar.
Bagi pemilik usaha, ini artinya kita masih membutuhkan Blackberry untuk menjaga jalur komunikasi, baik untuk mempertahankan konsumen yang sudah ada ataupun untuk menjaring konsumen baru.
Utamakan Fungsi
Handphone Blackberry akan berubah menjadi sebuah investasi yang mahal jika tujuan penggunaannya bukan untuk kepentingan usaha. Apalagi jika digunakan hanya sebagai alat unjuk gigi.
Bukan berarti kita tidak boleh memiliki tipe Blackberry terbaru dan yang terbaik. Silakan saja jika hal tersebut bisa mendatangkan lebih banyak peluang bisnis ke dalam usaha kita.
Hanya saja, fitur Blackberry yang ditawarkan oleh tipe menengah ke bawah, umumnya sudah lebih dari mencukupi. Apalagi jika penggunaannya masih seputar Blackberry Messenger (BBM), Facebook, dan Twitter.
Dalam pendapat saya, pilihlah tipe yang terjangkau tapi memiliki fitur 3G. Karena fitur ini akan memudahkan Anda dalam berkomunikasi dan berbisnis tanpa harus menunggu lama.
Sesuaikan dengan Jenis Usaha
Terlepas dari apa yang sudah dipaparkan di atas, hal utama yang perlu diperhatikan dalam memilih Blackberry adalah menyesuaikan dengan sifat pekerjaan dan usaha kita.
Jika pekerjaan dan usaha Anda harus selalu terhubung dengan e-mail misalnya, maka pilihlah handset Blackberry yang memiliki kemampuan lebih untuk itu, terutama untuk ukuran internal memorry.
Hindari pemborosan dengan membeli handset yang lebih mahal hanya karena senang memiliki fitur lebih.
Siap untuk Meninggalkan
Secara pribadi, saya suka dengan Blackberry. Karena menurut saya fitur Blackberry banyak memudahkan kita untuk berkomunikasi dan berbisnis.
Tapi saya juga menyadari bahwa akan selalu ada kemungkinan di mana saya harus meninggalkan Blackberry karena sudah tidak menguntungkan lagi dari sisi bisnis.
Misalnya saja karena jumlah pengguna semakin lama semakin sedikit sehingga tidak ekonomis lagi buat kita untuk berinvestasi di handphone Blackberry.
Untuk menghadapi kemungkinan yang demikian, maka sebaiknya kita sesuaikan kembali pada tujuan dan fungsinya. Dengan begitu, kita bisa meminimalisir resiko kerugian.
Untuk apa punya Blackberry yang canggih dan mahal tapi kenyataannya banyak fitur yang tidak dipergunakan? Juga untuk apa punya Blackberry tipe seadanya tapi malah menyusahkan untuk berkomunikasi dan menjalankan usaha?
Pililah handset Blackberry yang mempermudah hidup dan usaha Anda. Baik dari fitur maupun harganya.
Kesimpulan
Turunnya jumlah pengguna Blackberry di seluruh dunia bukan berarti kita selaku pemilik usaha juga harus segera meninggalkannya.
Di Indonesia setidaknya pengguna Blackberry masih cukup besar sehingga masih relevan bagi pemilik usaha untuk memilikinya.
Namun dalam memilih tipenya, pilihlah tipe Blackberry yang kira-kira akan mempermudah hidup dan usaha Anda. Baik dari sisi fitur maupun harganya.
Untuk apa membeli mahal jika nyatanya banyak fitur yang tak digunakan? Atau sebaliknya, untuk apa berhemat dengan membeli handset yang kurang memadai fiturnya, tapi ujung-ujungnya malah menyusahkan kita saja?
Bagaimana menurut Anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar